mencari sekolah favorit atau difavoritkan sekolah


Billing HOtspot





Artikel ini saya kutip dari harian surya karena menarik

Dalam memilih sekolah, kerap dijumpai, pemaksaan kehendak orangtua dan mengabaikan kemauan dan kemampuan anak.

Di tengah-tengah upaya mencarikan sekolah anak, orangtua siswa mesti cermat dalam memilih sekolah. Pertimbangannya bukan hanya sekolah favorit. Lebih dari itu, kemampuan belajar anak juga menjadi hal yang tak boleh diabaikan.

Sekolah favorit, hampir ada di setiap kota di Indonesia. Pada jenjang sekolah menengah, SMA 1 dan 3 termasuk sekolah favorit di kota Malang. Entah apa kriterianya, yang pasti, sekolah favorit masih jadi idola pilihan orangtua siswa. Hal lumrah, bila orangtua menginginkan pendidikan anaknya di sekolah tersebut.

Yang perlu dicatat dalam setiap kegiatan memilih sekolah, yakni banyak orangtua siswa yang jarang mempertimbangkan kemampuan belajar anaknya. Dalam memilih sekolah, kerap dijumpai, pemaksaan kehendak orangtua dan mengabaikan kemauan dan kemampuan anak. Kadang-kadang, ada juga demi gengsinya orangtua.

Kalau kondisi pemaksaan orangtua benar-benar terjadi, ini bisa membahayakan orientasi anak kita. Motivasi bersekolah anak, jadi serba terpaksa. Apalagi, bersekolah di era sekarang, tingkat kerumitan pelajarannya sangat tinggi bila dibandingkan zaman dulu (tahun 1970-an). Akibat peliknya pelajaran, motivasi belajar siswa gampang down. Kasus-kasus, seperti siswa bolos, terkena remidi dan tidak naik kelas, ini semua berkait dengan permasalahan motivasi belajar.

Arief Rahman Hakim, doktor pedagogi pendidikan IKIP Jakarta, menyatakan hal tersulit dalam dunia pendidikan yakni menanamkan motivasi belajar yang baik dan benar pada setiap siswa. Ini menjadi pekerjaaan besar, bukan hanya bergantung pada guru dan sekolah tetapi juga interaksi antara siswa dan orangtuanya.

Oleh karena itu, substansi dalam memilih sekolah bukan sebatas urusan ekonomi dan status sosial orangtua, tetapi juga kemampuan belajar anak. Bicara kemampuan belajar anak, tidak hanya mencukupi fasilitasnya, tetapi, juga harus ada kontinutas motivasi dalam setiap kesulitan yang dihadapi anak kita.

Memang, mengerti status akreditasi sebuah sekolah itu penting, termasuk sekolah favorit. Tetapi, jauh lebih penting lagi, kalau mengerti status kemampuan belajar anak.

Dengan begitu, memilih sekolah tidak mesti sekolah favorit. Dan, apabila kita memilih sekolah berdasarkan pada kemampuan anak yang sesungguhnya, maka tidak menutup kemungkinan, anak kita bisa berkembang jadi favorit sekolah. Ya, dia jadi anak yang selalu difavoritkan oleh sekolahnya. Sekolah favorit atau favorit sekolah?

Related Posts

4 Responses to “mencari sekolah favorit atau difavoritkan sekolah”

  1. Diah Says:

    Kalau sudah masuk Sma/smp Pavorite ..Psikologi orang tua sudah bangga ,bangga di depan teman2 sejawat, bangga di kampung .jadi Gosip-i anak jadi bangga . :)

    [Reply]

    erwin reply on 24 June 2008 4:42 pm:

    iya sih , smp/sma kalo sekolah paporit brangkat sekolah bangga dan PD kalo ketemu ce sekolah lain di jalan atau di angkot ,hehehhe (pengalaman pribadi)

    [Reply]

  2. Vandy Says:

    Saya termasuk yang dipaksa…

    [Reply]

    erwin reply on 25 June 2008 11:00 am:

    kalo di paksa ortu nurut ajah, demi kebaikan diri sendiri. lagian bangga juga bisa sekolah di sekolah favorit :D

    [Reply]

Leave a Reply