Aku Pembunuh Berantai


Dengan marah aku pukul korban, korban kejot-kejot di lantai mungkin telah mati, dengan sadis aku angkat kakinya dan mulai aku bawa ke kamar mandi, aku masukkan ke toilet dan bukti gak bakalan ketemu.

Besokan harinya waktu istri dan putraku ke rumah mertua, aku mulai beraksi kembali, aku telah menemukan korban selanjutnya, aku membeli racun serangga di minimarket terdekat, aku mulai racunin korbanku, untuk alibi aku tinggalkan rumah, tutup cendela dan pintu setelah itu menjemput istri dan anakku, 1 jam telah berlalu aku kembali ke rumah untuk mengecek korban-korbanku apa sudah pada mati, benar korbanku telah pada berbaring keracunan, 9 korban aku telah mati mungkin masih ada yang pingsan, aku mulai masukkan korban-korbanku ke toilet, dan bersihkan rumah mungkin bau korbanku masih tercium.

Istriku sangat benci si korban, apalagi waktu hamil dulu, hanya melihat korban saja dia udah teriak-teriak, sebetulnya aku gak terlalu memperhatikan waktu korban masuk rumah tanpa permisi karena aku sering lihat dia waktu aku masih anak kos, tapi setelah si korban mendatangi istri dan anakku waktu tidur aku jadi sangat dendam dengan dia, ingin rasanya memukul atau meracuninya.

aku memang sadis, tapi gak sesadis RYAN jagal jombang alias Very Idam Henyansyah, aku hanya membunuh kecoak 10 ekor kemarin dan membuangnya di toilet, sedang dia membunuh 11 orang atau lebih tampa ampun, aku bukan pesikopat tapi penggemar ketupat, aku hanya menceritakan versi pembunuhan kecoak seperti berita kriminal :D.

memang kota malang lagi dingin banget, mungkin ini yang membuat kecok itu keluar dari sarangnya, sudah 5 bulan kecoak hilang dr rumahku setelah terakhir aku semprot racun serangga, tapi akir-akir ini banyak berkeliaran hingga membuat istriku yang lagi tidur bangun tiba-tiba takut anaknya di hinggapi kecoak, hingga aku miris melihatnya, hingga terjadi pembunuhan berantai pada kecoak.

Related Posts

13 Responses to “Aku Pembunuh Berantai”

  1. Diah Says:

    Wah untung nggak dimasukkan Trans TV mas :D

    [Reply]

    erwin reply on 30 July 2008 11:01 am:

    masuk tranasTV acara apa mbak?, mending masuk indosiar ikutan realiti show sampe subuh

    [Reply]

  2. juned Says:

    wakakkakak.., ada undang-undang nya lho mas membunuh kecoa, berarti menghilangkan nyawa kecoa tersebut… :))

    [Reply]

    erwin reply on 30 July 2008 11:03 am:

    ada undang2 nya yah….?, patesan kecoak dak di makan manusia,:P

    [Reply]

  3. harianku Says:

    bisa aja nih mas… :P

    [Reply]

    erwin reply on 30 July 2008 11:05 am:

    :P iya mbak, lagi musim nya cari berita pembunuhan berantai, jadi banyak yang cari di google

    [Reply]

  4. KopiOnline Says:

    Sadis…ternyata dirimu pembunuh itu toh…
    hayoo..tunjukkan lokasi mana aja tempat mengubur kecoa-kecoa malang itu :p

    [Reply]

    erwin reply on 4 August 2008 9:44 pm:

    oh ketahuan pihak berwajib nih(wajib di bales commant nya), ada di sapiteng pak :))

    [Reply]

  5. Annisa Mustikasari Says:

    Halah … wekekekekekek………..tak pikir apaan? Berani lawan Tikus g?

    [Reply]

    erwin reply on 4 August 2008 9:45 pm:

    wah sayang sekali tikus di sini gak ada… soale kucing sini buayak

    [Reply]

  6. arimogi Says:

    hehehehehe… bagus banget kisahnya kang, hehehehe… btw, di malang yah?

    [Reply]

  7. Warung Digital Says:

    wah gawat itu,
    banyak loh pelaku pembunuhan berantai yang sekarang ini lagi nunggu di hukum mati :D

    [Reply]

  8. andi sukry Says:

    wah seru neh ceritanya baca lagi sippppp

    [Reply]

Leave a Reply